


KANALBORNEO. COM, SENDAWAR-Warga Kampung Geleo Asa Kecamatan Barong Tongkok, Korneles Detang, gerah dengan ulah seorang pria berinisial ES, yang menuding dirinya lalai memenuhi kesepakatan, tudingan tersebut dilakukan dengan mengirim pesan Whatsapp ke keluarga termasuk orang terdekatnya.
Korneles Detang mengaku keberatan dengan ulah ES, sebab apa yang dituding tersebut tidaklah benar.
“Ya semua ini bermula dari saya mendapat pekerjaan membangun drainase dari salah satu perusahaan, ” ungkap pria yang akrab disapa Neles, Sabtu (14/3/2026).

Lanjutnya parahnya lagi ES menggunakan akun Facebook Rere Amora Amora membuat postingan yang menuding Korneles Detang menipu, melanggar perjanjian di berbagai group FB.
Neles mengaku keberatan dengan ulah ES, sebab apa yang dituding tersebut tidaklah benar.
“Ya semua ini bermula dari saya mendapat pekerjaan membangun drainase dari salah satu perusahaan, ” ungkap Korneles.

Melalui seorang kawan yang sudah dikenal lama, ia mendatangkan tukang dari luar kalimantan untuk mengerjakan kegiatan tersebut. Namun belum selesai pekerjaan yang bersangkutan ES izin minta pulang, saat ini dengan beberapa orang pekerja juga dibawanya pulang.
“Padahal pekerjaan belum selesai, lalu gak mereka sudah saya bayarkan sesuai dengan progres pekerjaan, “tuturnya.
Sebelum pulang Detang menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta kepada ES, kemudian berangkat pulanglah ES bersama beberapa orang lain. Tak berselang lama ES menghubungi meminta Detang membelikan tiket.

“Saya katakan saya saat itu sedang tidak ada uang, selain itu perjanjian sebelumnya tiket akan diberikan jika pekerjaan selesai 100 persen, dilapangan pekerjaan belum selesai, ” ujarnya.
Namun demikian Neles menyetujui membantu untuk tiket, dan akan mengirim uang, kemudian setiba di Surabaya, ES mulai hubungi Detang minta uang tiket yang ES sebut beli gunakan uang pinjaman dari istrinya, karena Detang belum kirim uang.
“Dia menyebutkan beli tiket untuk anggotanya, faktanya anggotanya beli tiket pakai uang pribadi, ” ucapnya.

Akibat peristiwa ini, Detang mengaku keluarganya sangat terganggu, bahkan ES tidak hanya menyerang pribadi tapi juga profesinya sebagai seorang Pendeta.
“Tidak benar jika saya tidak bayar hak mereka, saya juga menganti uang tiket dengan langsung transfer ke masing – masing anggota pekerja, ” tegasnya.
Terkait hal ini, Korneles Detang tegaskan akan membuat laporan polisi atas dugaan pencemaran dan teror serta upaya pemerasan.
Sementara itu salah satu anggota pekerja yang ikut dengan ES, mereka mengaku justru ditelantarkan oleh ES.
“Ga benar si ES itu, kami saja ditelantarkan, beli tiket pakai uang pribadi, bahkan ada salah satu dari kami sedang sakit, begitu sampai Surabaya ditinggal begitu saja di pelabuhan, ” jelas Samsul.

Ia juga mengaku, uangnya yang digunakan untuk beli tiket diganti oleh Korneles Detang.
“Pak Neles malah yang ganti uang beli tiket kami, yang seharusnya ES ya beli, yo wes pokoknya Pak Detang jangan mau transfer ke ES, niat nipu tok, ” tutupnya. #DN


