Senin, 9 Maret 2026
TurboVPN WW

Terima Laporan Dugaan Pencemaran, DLH Kubar Turun Kelapangan, Cek Dan Ambil Sampel Air.

TurboVPN WW

Pengecekan lapangan oleh DLH Kubar. (istimewa).

 

KANALBORNEO. COM, SENDAWAR-

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) gerak cepat lakukan pengecekan ke lapangan atas laporan masyarakat Kampung Abit Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB) yang diduga ada limbah pengolahan minyak kelapa sawit mencemari Sungai Kerayau dan Sungai Abit.

Tim dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penataan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), DLH Kutai Barat, Maharan.

Pada kesempatan tersebut mengungkapkan, Ia bersama tim turun ke lapangan menindaklanjuti laporan masyarakat telah terjadi perubahan kualitas air di dua Sungai tersebut.

“Sudah dilakukan pengecekan ke lokasi, namun karena peristiwa tersebut sudah terjadi beberapa bulan yang lalu, di lapangan kita tidak menemukan kondisi seperti dilaporkan, “ujarnya.

Namun demikian tentu tidak hanya melihat satu aspek saja, DLH Kubar juga melihat aspek yang lain, DLH Kubar sudah ambil sampel air di beberapa titik, gunakan mengetahui apakah ada parameter yang terlampaui.

“Untuk memastikan itu maka kita harus melakukan sampling untuk di lakukan uji laboratorium, ” tegasnya.

Untuk menguji DLH Kubar gunakan laboratorium yang terakreditasi dan saat ini hanya ada di Samarinda.

“Uji sampling dilakukan untuk membuktikan dugaan- dugaan apakah ada atau tidak pencemaran secara ilmiah, ” tandasnya.

Ia menambahkan karena kalau sudah hasil secara ilmiah, itu tidak terbantahkan kalau ada hal – hal yang melampaui barometer lingkungan.

Untuk hasil uji laboratorium diperkirakan dalam dua minggu sudah mendapatkan hasilnya.

Terpisah Kepala Adat Kampung Abit, Fadlan meminta terkait limbah, agar perusahaan membantu masyarakat adat, untuk menjaga habitat alami yang ada.

“Seperti di video itu, ikan banyak yang mati, masyarakat juga masih memerlukan air tersebut, sedangkan air tersebut sudah tidak layak,” ucapnya.

Masyarakat pernah menyampaikan permohonan untuk dibangun sumur bor ke perusahaan. “Ternyata perusahaan minta kami buatkan proposal sementara pihak masyarakat adat dan saya sebagai kepala adat, tidak suka cara itu, kita yang jadi korban, kok kami yang disuruh memohon,” tegasnya.

Sementara itu Ketua BPK Kampung Abit, Hairin menyampaikan apresiasi atas pendampingan DLH Kubar, harapan dengan ada pendampingan dugaan pencemaran ataupun pengaliran limbah bisa diatasi secara lebih baik lagi.

“Harapan kita jangan sampai ada hal- hal yang berdampak yang dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Sebab menurutnya sebelumnya pernah terjadi baik di Sungai Abit maupun Sungai Kerayau, ada ikan- ikan yang mati, bahkan masyarakat pernah merasakan gatal-gatal akibat gunakan air sungai tersebut.

Menurutnya peristiwa dugaan pencemaran terjadi sudah empat kali, yakni pada tahun 2022, 2023, 2024 dan pada Januari 2026.

“Masyarakat menunggu janji bangun sumur bor oleh perusahaan yang belum terealisasi,” tutupnya.

Hal senada diungkap Kepala Adat Kampung Abit, Fadlan meminta terkait limbah, agar perusahaan membantu masyarakat adat, untuk menjaga habitat alami yang ada.

“Seperti di video itu, ikan banyak yang mati, masyarakat juga masih memerlukan air tersebut, sedangkan air tersebut sudah tidak layak,” ucapnya.

Masyarakat pernah menyampaikan permohonan untuk dibangun sumur bor ke perusahaan. “Ternyata perusahaan minta kami buatkan proposal sementara pihak masyarakat adat dan saya sebagai kepala adat, tidak suka cara itu, kita yang jadi korban, kok kami yang disuruh memohon,” tegasnya.#Lie

 

 

TurboVPN WW

Berita Terkait

TurboVPN WW

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TurboVPN WW

Baca Juga