

KANALBORNEO. COM, SENDAWAR-
Kemeriahan dan kekhidmatan menyelimuti pelaksanaan Upacara Adat Hudoq Pekayang di Kampung Tering Lama, Kecamatan Tering. Acara adat yang sarat makna spiritual ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sebagai wujud nyata pelestarian budaya leluhur yang terus dijaga kelestariannya di tengah arus modernisasi.
​Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, hadir memberikan sambutan sekaligus apresiasi tinggi kepada segenap panitia pelaksana, lembaga adat, pemerintah kampung, dan seluruh masyarakat Tering Lama. Ia memuji kerja keras serta semangat gotong-royong masyarakat sehingga ritual sakral ini dapat terselenggara dengan sukses.
​Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Hudoq Pekayang bukan sekadar rutinitas tahunan bagi masyarakat Dayak Bahau—khususnya di wilayah Tering dan Long Iram—melainkan sebuah warisan turun-temurun yang kaya akan nilai filosofis dan spiritual.
“Ritual ini merupakan wujud ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas kelimpahan berkat, serta permohonan doa agar proses menanam padi (nugal) menghasilkan panen yang melimpah serta terhindar dari segala hama penyakit dan marabahaya, ” ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kata “Pekayang” membawa pesan mendalam mengenai kebersamaan, persatuan, dan gotong-royong tanpa sekat. Momen ini menjadi sarana strategis untuk mempererat silaturahmi antar-keluarga, antar-kampung, hingga antar-suku bangsa.

Nilai-nilai kebersamaan inilah yang diyakini sebagai modal sosial terbesar dalam membangun Kabupaten Kutai Barat.
​
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyatakan komitmen penuh untuk terus mendukung pelestarian adat istiadat dan kebudayaan lokal. Dikenal sebagai Tanaa Purai Ngeriman—tanah yang subur, berkelimpahan, dan kaya akan ragam budaya—Kutai Barat memandang Hudoq Pekayang sebagai aset berharga.
Bupati menegaskan bahwa keaslian budaya ini harus dijaga agar tidak lekang oleh waktu, sekaligus dikembangkan sebagai sektor pariwisata andalan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
​
Pada kesempatan tersebut di hadapan para pemuda-pemudi di Tering Lama dan sekitarnya, Bupati menitipkan pesan penting agar senantiasa mencintai budaya sendiri.
“Generasi muda diharapkan menjadi garda terdepan yang bangga memperkenalkan warisan leluhur kepada dunia luar, ” harap Bupati. Menurutnya, di era modernisasi saat ini, identitas budaya berfungsi sebagai jangkar yang menjaga agar masyarakat tetap membumi dan memiliki karakter yang kuat.
​Menutup rangkaian sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat serta para wisatawan yang hadir untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan selama acara berlangsung, serta menyambut para tamu dengan keramahan khas Kutai Barat.#AT


