

KANALBORNEO. COM, SENDAWAR-
Perayaan akbar yubileum satu abad (100 tahun) kehadiran Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (Missionarii a Sancta Familia / MSF) di Kalimantan, Indonesia, berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita. Kabupaten Kutai Barat mendapat kehormatan besar untuk menjadi pusat dari rangkaian acara puncak dan perayaan Ekaristi (misa) yang bersejarah ini.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, yang hadir langsung dalam perayaan tersebut, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas perjalanan panjang para misionaris yang telah menorehkan tinta emas di tanah Borneo.
”Momentum satu abad ini merupakan tonggak sejarah yang sangat luar biasa dan memiliki makna rohani serta sosial yang sangat mendalam. Mewakili Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, kami merasa sangat terhormat karena daerah ini dipercaya menjadi pusat dari puncak perayaan yubileum yang sangat bersejarah ini,” ujar Bupati Frederick Edwin, Minggu (18/10/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Frederick mengingatkan kembali bahwa perjalanan selama seratus tahun bukanlah waktu yang singkat. Sejarah mencatat, benih misi MSF pertama kali ditanam di tanah Kalimantan pada tahun 1926 silam, dengan titik awal perjuangan di wilayah Laham.
Dengan segala keterbatasan, pengorbanan, serta dedikasi tinggi, para misionaris terdahulu menembus pedalaman Kalimantan demi mewartakan kabar gembira dan melayani masyarakat dengan tulus. Atas jasa-jasa tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memberikan penghormatan setinggi-tingginya.
”Kita semua menyaksikan bahwa kontribusi MSF tidak hanya terbatas pada pelayanan keagamaan dan pembinaan iman umat Katolik saja. Lebih dari itu, MSF telah menjadi mitra strategis pemerintah yang sangat andal dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kehidupan sosial kemasyarakatan,” tambahnya.
Melalui sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat pedalaman, MSF dinilai turut meletakkan fondasi kemajuan sosial yang kokoh di Kalimantan, khususnya di Kutai Barat. Sinergi erat inilah yang terus mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.
Memasuki abad kedua perjalanannya, Bupati Frederick mengajak seluruh keluarga besar MSF dan umat Katolik untuk terus menghidupkan semangat pelayanan yang inklusif. Nilai-nilai luhur para pendahulu harus diwarisi guna menjawab tantangan zaman yang kian kompleks. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kutai Barat.
”Keberagaman masyarakat di Kalimantan, dan Kutai Barat pada khususnya, adalah kekayaan dan kekuatan kita. Kerukunan sosial serta kolaborasi yang harmonis antarseluruh elemen masyarakat adalah modal utama dan paling berharga dalam menjaga kedamaian dan memastikan keberlanjutan pembangunan daerah,” tegas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, lanjut Bupati, berkomitmen penuh untuk terus mendukung serta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi kegiatan keagamaan maupun kemasyarakatan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan bersama.
Menutup rangkaian acara yang penuh berkat tersebut, Bupati Frederick Edwin menyampaikan selamat merayakan yubileum kepada seluruh umat. #ARDI.T


