
KANALBORNEO.COM, SENDAWAR-
Gelanggang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Barat (Kubar) mulai mengerucut pada satu nama kuat. Alsiyus, figur yang lama malang-melintang di dunia olahraga lokal, resmi mengukuhkan pencalonannya dengan mengembalikan formulir pendaftaran ke Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) di GOR Desnan, Jumat (8/5/2026).
Alsiyus tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa “gerbong” dukungan masif dari 39 Ketua Cabang Olahraga (Cabor). Secara kalkulasi politik organisasi, angka ini bukan sekadar deretan tanda tangan di atas kertas, melainkan sinyal dominasi mutlak sekaligus mandat untuk merombak total wajah olahraga di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Saya merasa ini anugerah dan amanah besar. Dukungan teman-teman cabor adalah energi utama untuk membawa perubahan yang kita inginkan bersama,” ujar Alsiyus usai menyerahkan berkas.

Di balik dukungan mayoritas tersebut, Alsiyus menjanjikan arah baru yang lebih radikal. Jika terpilih, ia tidak ingin terjebak dalam romantisme pengurusan lama. Agenda utamanya adalah melakukan “bedah rumah” di internal KONI Kubar.
Evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pengurus menjadi prioritas. Alsiyus menilai, profesionalisme organisasi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin mencetak prestasi di level yang lebih tinggi.
“Manajemen KONI harus diperkuat. Tidak ada tawar-menawar. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.
Satu hal yang menjadi sorotan tajam Alsiyus adalah kebocoran atau inefisiensi anggaran. Ia berjanji akan memotong jalur birokrasi yang selama ini menghambat cairnya dana pembinaan. Dalam visinya, setiap rupiah dari pemerintah harus mendarat utuh di tangan atlet dan pengurus cabor, tanpa “potongan” di tengah jalan.

“Persoalan dana pembinaan harus tepat sasaran dan bebas dari praktik pemotongan. Tanpa iklim yang bersih, mustahil kita bicara soal prestasi,” pungkasnya.
Kini, dengan dukungan mayoritas di kantong, Alsiyus tinggal menanti verifikasi administratif TPP sebelum melenggang ke arena Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab). Di atas kertas, jalannya menuju kursi ketua kian lapang, membawa ekspektasi tinggi dari puluhan cabor yang menginginkan pembenahan total.

