
KANALBORNEO.COM,JAKARTA-
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengambil langkah strategis dengan memfinalisasi penjenjangan kinerja organisasi. Sistem ini nantinya akan digunakan sebagai acuan utama dalam pengelolaan kinerja seluruh jajaran, dengan menekankan keterkaitan yang erat antara perencanaan, penganggaran, dan evaluasi kinerja agar selaras di setiap jenjang organisasi.
Proses finalisasi tersebut dibahas dalam kegiatan Review dan Finalisasi Hasil Penyusunan Penjenjangan Kinerja Kementerian ATR/BPN yang bertempat di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta.
Penjenjangan Kinerja yang Implementatif dan Terukur
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Andi Tenri Abeng. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya hasil penyusunan yang aplikatif dan selaras demi memperkuat tata kelola internal kementerian.
“Hasil yang saya harapkan adalah penjenjangan kinerja yang implementatif, terukur, dan selaras. Ketika kegiatan ini selesai, kita juga harus memiliki kesepahaman mengenai bagaimana hasilnya nanti dapat memperkuat manajemen kinerja kementerian,” ujar Andi Tenri Abeng.
Melalui penjenjangan kinerja ini, Kementerian ATR/BPN terus berupaya meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas birokrasi, guna mendukung terwujudnya visi instansi yang modern, terpercaya, dan menuju pelayanan kelas dunia.*

