Selasa, 28 April 2026
TurboVPN WW

Torehkan Prestasi di Usia 15 Tahun, SHU Koperasi Sempekat Sempawat Melonjak Signifikan

TurboVPN WW

 

KANALBORNEO. COM, SENDAWAR-

Koperasi Sempekat Sempawat (KSS) sebagai salah satu lembaga ekonomi kerakyatan yang sehat di Kabupaten Kutai Barat, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula Hotel Sidodadi, Barong Tongkok, Rabu (11/2/2026).

Dalam RAT yang dihadiri anggota koperasi, KSS melaporkan pertumbuhan performa keuangan yang impresif, lonjakan Sisa Hasil Usaha (SHU) dan Aset Pecah Rekor.

​Ketua Koperasi Sempekat Sempawat, Masurung, mengungkapkan bahwa tahun buku 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi KSS. Sisa Hasil Usaha (SHU) yang pada tahun sebelumnya hanya berkisar di angka Rp13 juta, kini melonjak drastis hingga mencapai lebih dari Rp45 juta. Tak hanya SHU, total aset koperasi pun mencatatkan angka fantastis.

“Tahun ini kita memecah rekor. Aset kita kini berkisar Rp3,082 miliar, naik dari posisi tahun buku 2024 yang sebesar Rp2,92 miliar,” ujar Masurung di sela-sela kegiatan.

​Keberhasilan ini, lanjut Masurung, didorong oleh efektivitas program bunga nol persen yang disambut antusias oleh anggota. Saat ini, KSS diperkuat oleh 627 anggota, yang terdiri dari 430 anggota aktif dan 197 penabung aktif. Para penabung aktif inilah yang menjadi motor penggerak permodalan koperasi dengan jasa sebesar 5 persen per tahun.

KSS juga melakukan ​Ekspansi ke Sektor UMKM dan Pasar Provinsi. Memasuki usia ke-15 tahun, KSS mulai melebarkan sayapnya untuk memfasilitasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kutai Barat. KSS berencana menjalin kerja sama strategis dengan berbagai galeri di Kalimantan Timur untuk memasarkan produk lokal.

​”Kami akan berkoordinasi dengan galeri-galeri di provinsi, salah satunya yang difasilitasi oleh PT Pamapersada Nusantara di Bandara Sepinggan Balikpapan. Kami akan membawa produk UMKM Kutai Barat ke sana agar jangkauan pasarnya lebih luas,” imbuh Masurung.

​Ia berharap anggota semakin aktif berkoordinasi dengan pengurus, terutama terkait kendala permodalan dan strategi pemasaran di lapangan.

Sementara itu, PT Pamapersada Nusantara, selaku Pembina Koperasi melalui Perwakilam Manajemen, Dani Eko Kristianto pada sambutannya menyampaikan apresiasi luar biasa kepada seluruh pengurus, pengawas, dan juga anggota koperasi atas kebersamaan sepanjang tahun 2025 yang menghasilkan peningkatan kinerja koperasi. Pelaksanaan RAT ini juga merupakan wujud nyata dari prinsip koperasi yang demokratis, transparan dan bertanggung jawab.

“Melalui forum RAT ini, kami juga mendorong agar seluruh anggota koperasi dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan yang konstruktif, sehingga keputusan-keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kepentingan bersama dan membawa kemajuan koperasi di masa mendatang”

Ia juga menyampaikan PT Pamapersada Nusantara memangang Koperasi bukan hanya sebagai wadah usaha, namun juga sebagai mitra strategis perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan anggota serta mendukung terciptanya hubungan dan dampak yang harmonis dan keberlanjutan.

“Kami berharap koperasi terus melakukan penguatan tata kelola, kualitas pelayanan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam pengelolaan usaha yang lebih efektif dan inovatif, karena kepercayaan dan kenyamanan harus dijaga melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel” ujarnya.

Apresiasi dari Disdagkop UKM Kubar

​Keberhasilan KSS menggelar RAT tepat waktu mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kutai Barat. Pelaksana Teknis Kebijakan Disdagkop UKM Kubar, Husnul Arifani, menyebut KSS sebagai potret koperasi yang sehat.

​”Salah satu indikator koperasi sehat adalah rutin menggelar RAT. KSS adalah salah satu yang konsisten melaksanakan kewajiban ini setiap tahun,” puji Husnul.

​Namun, di balik keberhasilan KSS, potret perkoperasian di Kutai Barat secara umum masih menghadapi tantangan besar. Husnul membeberkan bahwa hingga akhir 2025, tercatat ada 1.003 koperasi di Kubar, termasuk tambahan 194 Koperasi Merah Putih yang baru dibentuk. Sayangnya, baru enam koperasi yang telah melaksanakan RAT di awal tahun ini.

​”Faktanya, sekitar 500 koperasi atau hampir separuh dari jumlah total saat ini berstatus tidak aktif. Meskipun kami rutin melayangkan surat imbauan agar segera melaksanakan RAT, hasilnya memang belum maksimal,” pungkasnya.

TurboVPN WW

Berita Terkait

TurboVPN WW
TurboVPN WW

Baca Juga