
KANALBORNEO.COM, SENDAWAR-
Riuh rendah suara tawa anak-anak mendadak luluh dalam keheningan yang syahdu. Di sudut Aula Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kutai Barat, Minggu siang (14/6/2026), tampak beberapa orang tua menyeka sudut mata mereka. Ada rasa haru yang membuncah, berbaur erat dengan rasa bangga yang tak terbendung.
Hari itu, Sekolah Dasar (SD) Transformasi kembali mengukir catatan sejarahnya. Melalui agenda tahunan Pentas Seni dan Pelepasan Siswa/i Tahun Ajaran 2025/2026, sekolah ini tidak hanya melepas kelulusan angkatan ke-8 tingkat SD dan angkatan ke-17 tingkat TK, tetapi juga memamerkan “buah kehidupan” yang telah mereka semai selama bertahun-tahun.
Melihat kemegahan acara dan antusiasme ratusan pasang mata yang hadir, sulit membayangkan bagaimana sekolah ini merangkak dari bawah. Perjalanan panjang itu diingat betul oleh Junita Matondang, perwakilan Komite Sekolah. Dengan suara bergetar, ia mengenang kembali masa-masa sulit saat SD Kristen Transformasi harus berjuang di tengah keterbatasan fasilitas.
“Kami memulai semuanya dari fasilitas yang sangat sederhana. Namun hari ini, melihat anak-anak bisa belajar di gedung sendiri yang representatif dan nyaman, itu adalah mukjizat yang nyata,” tutur Junita.
Kemajuan ini bukan sekadar tentang fisik bangunan. Di balik dinding-dinding kelasnya, ada misi sosial yang kuat. Lewat perjuangan yayasan, banyak anak dari keluarga kurang mampu namun berprestasi tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak berkat program beasiswa.
Ketua Yayasan Transformasi, Widodo Rahayu, dengan rendah hati menolak jika keberhasilan ini disebut sebagai kehebatan pribadi atau kelompok.
“Kalau sekolah ini masih ada sampai hari ini, semua karena anugerah Tuhan. Kami hanya berusaha setia menjalankan visi untuk mendidik anak-anak menjadi cerdas dan berkarakter Kristus,” tegas Widodo, sembari memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang terus melayani dengan hati di tengah segala keterbatasan.

Apa yang membuat SD Transformasi begitu melekat di hati para orang tua? Jawabannya ada pada ketulusan. Diana, salah satu perwakilan orang tua siswa, mengungkapkan alasan mendalam mengapa ia memercayakan masa depan buah hatinya di lembaga ini.
Bukan sekadar mentransfer ilmu, anak-anak tidak hanya dijejali teori akademik. Pendekatan spiritual, setiap anak didoakan secara personal. Sentuhan personal, guru-guru memperhatikan tumbuh kembang emosional siswa dengan hati dan kasih sayang.
“Anak-anak di sini bukan hanya diajarkan, tetapi juga didoakan dan diperhatikan,” ungkap Diana dengan mata berkaca-kaca.
Hal senada dirasakan oleh Yenika, perwakilan siswa kelas VI yang kini bersiap melangkah ke jenjang SMP. Baginya, enam tahun di SD Transformasi adalah lembaran penuh pengalaman berharga dan bimbingan tanpa batas dari guru-guru yang penuh kesabaran.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat pun memberikan perhatian penuh pada momentum ini. Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Rustam, yang hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Frederick Edwin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar sekolah.
Bupati menegaskan bahwa investasi terbesar bagi masa depan Bumi Tanaa Purai Ngeriman adalah menghadirkan pendidikan bermutu lewat sinergi kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. SD Transformasi dipuji karena dinilai konsisten menerapkan kurikulum yang seimbang, aspek akademik, untuk membentuk kecerdasan intelektual dan aspek karakter dan spiritual, menanamkan penguatan iman serta nilai moral.
Di akhir sambutannya, sebuah pesan filosofis dititipkan bagi para lulusan yang akan segera mengepakkan sayap lebih tinggi.
“Gapailah cita-cita setinggi mungkin. Jangan pernah takut bermimpi besar. Namun ingatlah, keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi kita terbang, tetapi juga tentang bagaimana kita tetap rendah hati dan berjalan bersama Tuhan,” tulis Bupati Frederick Edwin.

