
KANALNORNEO.COM,JAKARTA-
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya penguatan pengelolaan manajemen risiko bagi seluruh jajaran pegawai Kementerian ATR/BPN. Penguatan ini dilakukan melalui integrasi dengan proses bisnis serta optimalisasi transformasi digital.
​Langkah strategis tersebut disampaikan sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal di lingkungan kementerian. Hal ini dinilai krusial dalam mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan di bidang pertanahan dan tata ruang.
​Melalui penerapan manajemen risiko yang terintegrasi dan berbasis digital, Kementerian ATR/BPN berkomitmen untuk terus menjaga akuntabilitas, mencegah potensi hambatan kerja, serta memastikan bahwa pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat senantiasa berjalan secara transparan, profesional, dan berkualitas tinggi.*

